Makan Nasi Yasa , saat Banyu Pinaruh .. Enak .. ~

Dewi Saraswati

ilustrasi gambar Dewi Saraswati : http://thedesertofman.files.wordpress.com

Huff .. sebelumnya , saya pingin mengucapkan :

Selamat Hari Raya Saraswati

bagi yang merayakan. Hari Raya Saraswati ? Ya, hari raya saraswati merupakan salah satu hari raya umat Hindu dimana kami, memperingati saat turunnya Ilmu Pengetahuan. Yap, begitulah kepercayaan kami (grin). Kami (biasanya bagi yang bergelut di bidang pendidikan, seperti siswa dan guru) bersembahyang, mengucapkan syukur dan memohon agar selalu diberikan limpahan serta kelancaran dalam menjalankan segala aktifitas di bidang ini. Sebenarnya, hari Raya Saraswati dirayakan kemarin, sabtu 25 September. Hari ini masih serangkaian Saraswati, dan disebut sebagai Banyu Pinaruh (saya sendiri kurang paham.. hehehe)

Kemarin, saya sudah bersembahyang di Pura Bhuana Kertha, daerah Singosari Kab. Malang. Seingat saya, ini adalah kali kedua saya ber-Saraswati di Malang, jauh dari keluarga di rumah.. Ya, tak apalah .. ^_~”

Hari ini, adalah Banyu Pinaruh. Tidak seperti Saraswati kemarin, dimana saya bersembahyang sore (maghrib). Saya hari ini bersembahyang pagi hari .. katanya pangempon pura, persembahyangan akan dilaksanakan sekitar jam 6-7 pagi WIB. Akhirnya saya, dan seorang teman Hindu berangakat ke pura, sekitar pukul 6.30 pagi. Sampai di Pura, ternyata masih sepi dan pada pemangku pun masih sibuk mempersiapkan sarana2 persembahyangan.

Setelah menunggu sambil mengobrol, akhirnya sekitar jam 7.30 persembahyangan pun dimulai (ngira2 doang, mungkin juga skitar jam 8an.. soalnya berasa panas banget ==”). Sebelum memulai persembahyangan, kami diperciki tirta/ air suci (kami menyebutkan mekum-kum-an). Setahu saya, ritual ini biasa dilakukan setelah mandi pagi di hari Banyu Pinaruh. Ya, seperti biasa saya melakukannya jika di rumah. Namun, saya begitu kaget ketika teman saya kebingungan, mendengar kata ‘mekum-kum-an). Dia mengatakan kalau dia tidak pernah melakukan ritual tersebut di waktu Banyu Pinaruh. Wah, saya juga merasa bingung, karena saya kira seluruh umat Hindu melakukannya..

Begitulah, persembahyangan dimulai. Di akhir persembahyangan, pengempon pura memberika sedikit wejangan berkenaan dengan makna Banyu Pinaruh.. Setelah itu, kami diberikan ‘Sad Rasa‘ dan Nasi Yasa. Sad Rasa ini merupakan 6 rasa yang yang dibuat dari bubur sum-sum (bukan sum-sum dari tulang. lho..). Yang saya rasakan adalah manis, asin, hambar, asam, ada yg seperti pedas2 gimana gitu, trus satu lagi . lupa saya rasa apa itu.. hehehe 😛

Nah, setelah menutup persembahyangan dengan paramasanthi, akhirnya kami menikmati yang namanya Nasi Yasa. Kebetulan, saya dapet 2 bungkus .. :p

Oh ya, Nasi Yasa ini sebenarnya adalah nasi campur biasa. Nasi kuning dengan lauk sisit ayam, telur, kacang, dll .. Entah kenapa, setiap saya menikmati Nasi Yasa ini (baik di rumah, maupun semenjak di Malang) rasanya begitu nikmat 😀 padahal saya tau, kalau lauknya ya standar, seperti di warung – warung ..

Setelah menikmati Nasi Yasa dan beristirahat sejenak, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Ya, kira – kira sekitar pukul 9an .. Huff, saat sedang panas – panasnya .. ^_~”

Berikut ini penampakan Nasi Yasa yang saya nikmati tadi 😀

Nasi Yasa saat Banyu Pinaruh, September 2010

Nasi Yasa saat Banyu Pinaruh, September 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s