Tipe Data – Variabel – Konstanta ?

Ini artikel kelanjutan dari yang sebelumnya, mungkin bisa dibilang sangat lama (kalo gak salah sudah setahun gak ada kelanjutan artikelnya, kwkwkwkwk). It’s okay lah, karena kata pepatah (buatan sendiri),

gak ada kata terlambat untuk saling berbagi.

Hahahahaha … maksa … Oh ya, berhubung ini udh masuk ke tahap ‘pemrograman’, jadi paling engga teman2 harus mempersiapkan yang namanya Compiler dan IDE. Duh, apaan lagi tu Compiler?? IDE, maksudnya???

Gini2, menurut saya pribadi, compiler itu yang bertugas untuk mengubah sintaks – sintaks (koding) program yang kita buat, supaya bisa jadi sebuah program yang bener2 bisa berjalan di komputer. (maap, kalo salah. untuk lebih jelasnya, silakan googling sendiri ya.. hehehhe..). Banyak jenis compiler, tergantung bahasa pemrograman yang digunakan. Dalam contoh – contoh yang nanti dibahas, kita menggunakan bahasa programan C++, dengan compilernya GCC (GNU Compiler Collection).

Bagi yang menggunakan Linux, biasanya GCC udah built-in waktu install. Beda jika di Windows, kita harus nginstall dulu secara terpisah. Kalo di Windows, teman2 bisa gunakan MinGW (kalo gak salah ini GCC untuk Windows), atau kalo engga, bisa install Turbo C, atau Borland C. Tentunya, kalau bisa jg, install yang lisensi resmi 😛

more about Compiler »

Nah, IDE ?

IDE itu singkatan dari Integrated Development Environment. Jadi, semacam alat untuk meng-koding program. Biasanya di dalam IDE ini built-in kemampuan untuk melakukan proses compile program yang sedang dibuat (bekerja sama dengan compiler). Macam – macam jenis IDE yang dapat digunakan di Linux, kalo saya pake NetBeans (maap, ini editor rada berat..). Ada juga CodeBlocks, bahkan kalau mau rada ‘keren’ dikit, bisa edit pake text-editor biasa, trus kompile manual melalui terminal. Hahahaha ..

Kalo di Windows, macem macem tu IDE. Bisa pake Turbo C, Borland C++ , CFree, dsb … cari aja di google, ada banyak pilihan, dari yang gratisan, sampe yang berbayar.

Saya tunggu, ya .. kalo udh siap Compiler sama IDEnya, baru lanjut baca yg di bawah ini … :beer:

waiting …… 20% ……..40% …………………..80%………..100% done !

Oke, lanjut ke bahasan berikutnya ! 🙂

Variabel
Menurut definisi pribadi saya, variabel merupakan alokasi sejumlah memori komputer yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai tertentu yang sifatnya dinamis (artinya, nilai yang disimpan tersebut dapat diubah sewaktu – waktu sesuai kebutuhan program). Teman2 pasti akan berhubungan dengan ‘benda’ ini ketika membuat program. Kalo masi gak paham, ya sulit juga.. Yang pasti, ketika kita memerlukan ‘sesuatu’ untuk menyimpan sebuah nilai di dalam program yang kita buat, maka cara paling mudah adalah dengan membuat sebuah variabel.

Contoh sederhana, misalkan kita membuat program penentu diskon. Jadi, misalnya kita belanja > 100ribu namun < 200ribu, maka diskon yang kita dapat sebesar 5%. Jika lebih >= (lebih dari/sama dengan) 200ribu, maka diskon yang kita dapat 10%. nah, untuk menyimpan nilai diskon yang ‘tidak tentu’ ini, kita dapat memanfaatkan sebuah variabel, misalnya kita beri nama ‘diskon’. Jadi, nilai dari variabel ‘diskon’ ini dapat berubah, sesuai dengan jumlah belanja kita…

Oke, sedikit ada bayangan lah , tentang variabel ..

Konstanta
Dapat dikatakan sebagai kebalikan dari variabel. Nilai yang disimpan di dalam sebuah konstanta, tidak akan dapat diubah selama program dijalankan. Ya, nilainya akan selalu sama saat program mulai dijalankan hingga program diakhiri !

Tipe Data
Nah , lho .. apaan lagi nih ??
Kembali ke sebelumnya, kita tau bahwa variabel dan konstanta itu berfungsi untuk menyimpan sebuah nilai. Otomatis, nilai tersebut memiliki suatu tipe tertentu. Misalnya, apakah nilai yang disimpan tersebut adalah berupa karakter huruf, atau mungkin karakter angka, atau mungkin gabungan antara huruf dan angka. Ya, di dalam bahasa C, semua variabel bernilai mempunyai tipe data masing – masing.

Hooo… gitu toh …. tapi untuk apa diperlukan tipe data ?
Berdasarkan pemikiran pribadi saya, tipe data itu gunanya untuk menentukan jumlah alokasi memori yang bakal digunakan. Ya, karena ketika kita membuat sebuah variabel, kita harus menentukan tipe datanya juga. dengan kata lain, si kompiler tau, seberapa besar memori yang bakal digunakan oleh program yg kita buat. Selain itu, tipe data ini juga memberi batasan kepada kita untuk tidak ‘seenaknya’ dalam membuat program. Kita diajarkan untuk dapat memilah sesuatu, sesuai dengan peruntukkannya.. (rada sulit ngerti, ya? kwkwkwk… bahasa saya emang rada kacau .. 😛

Ini ada link yang cukup bagus untuk lebih detail tentang variabel dan tipe data. Oh ya, dalam bahasa Inggris lho .. 😀

Oke, cukup teorinya.. Sekarang kita langsung praktik saja .. Sebelumnya, saya gak bakal mempermasalahkan Compiler/ IDE yang teman2 gunakan, selama teman2 tau bagaimana cara mengoperasikannya.. (yang penting bisa bikin project baru, file baru, open file lama, edit file, sama compile. hahahahah… )

Contoh #1 .

//baris komentar.. diawali dengan tanda double slash "//"
//silakan tulis sembarang kata2, informasi, atau apapun
//yang berkaitan dengan program teman2
//baris ini tidak akan dieksekusi sebagai program..
#include <iostream>
using namespace std;
void main() {
int bilangan1 = 2;
int bilangan2 = 5;
int hasil_perkalian = bilangan1 * bilangan2;
cout << "Hasil perkalian " << bilangan1 << " dan " << bilangan2 << " adalah " << hasil_perkalian << endl;
}

Bagaimana ? mungkin teman2 sudah paham maksud dari program sederhana di atas.. Yap, benar! program di atas berfungsi untuk melakukan perkalian terhadap 2 buah variabel dengan nilai masing – masing 2 dan 5. Setelah itu, menampilkan hasil perkaliannya. Sederhana sekali, bukan !? 🙂

Kalau kode – kode program tersebut sudah diketik, silakan teman2 simpan lalu run. Saya berasumsi bahwa teman2 sudah bisa membuat file baru dan men-running program yang sudah dibuat tersebut. Jika belum, bisa tanyakan kakak tingkat/ instruktur di lab/ tanyakan pada saya. Hehehehe ..

Sekarang, kita bahas aja program yang yang udh kita buat barusan. Sekalian, saya jelaskan tentang detail/ struktur program di C++ 🙂 . Sip, lanjut !

mulai dari baris 1-4 (baris yang diawali dengan tanda double slash "//"). Baris – baris tersebut merupakan baris komentar. Apaan tuh baris komentar ? Baris komentar sebenarnya adalah bagian program yang berguna sebagai keterangan, dimana baris – baris komentar tersebut ‘tidak akan dianggap’ sebagai sebuah program.

Jadi kesimpulannya, baris – baris tersebut dapat digunakan untuk memberi keterangan terhadap seluruh program atau hanya potongan kode program tertentu. Ini (menurut saya pribadi) adalah salah satu kewajiban seorang programmer, memberi keterangan terhadap koding yang dibuatnya.. 🙂 karena apa ? Hal ini akan sangat membantu teman2 sendiri dan mereka (orang lain) yang kebetulan membaca kode – kode program yang kita buat.

Oke, paham ?  “Paham donk…” Ya sudah , lanjut kalo gitu ! 🙂

Baris berikutnya ada :

#include <iostream> //atau bisa juga ditulis #include <iostream.h>

Baris ini digunakan untuk meng-include (menyertakan file library/ header). Kita terkadang perlu meng-include beberapa header file, tergantung kebutuhan program. Dalam contoh kali ini, kita meng-include header iostream.h. Ew, apa maksudnya iostream.h ?? Gini, iostream.h merupakan header file yang berisi beberapa operasi – operasi dasar input output, seperti cin (untuk input) dan cout (untuk output).. ada beberapa header file yang dapat digunakan untuk operasi input output standar, misalnya stdio.h 🙂 silakan searching untuk detail header

Berikutnya, ada baris :

using namespace std;

Saya sendiri masih bingung, jujur saya baru searching jg tentang sintaks ini. Tp yang pasti di linux, saya harus menambahkan baris ini. Karena jika hanya menggunakan #include <iostream.h> , maka akan terjadi error .. cape deh .. Sebenernya saya ngerti dikit, tapi masih takut jelasin :p ini nih, sumbernya, mantap abis deh 🙂

baris berikutnya :

void main() {

}

Ini merupakan baris paling penting, karena void main() itu adalah inti dari program. Ya, semua yang ada di dalam void main() akan dieksekusi ketika program dijalankan. Tapi perlu diperhatikan, bahwa kita dapat membuat potongan – potongan program di luar void main(), dan dapat kita panggil melalui void main() ini. Bingung? Nanti bakal kita bahas di artikel selanjutnya 🙂

Lanjut, yang berikutnya :

int bilangan1 = 2;
int bilangan2 = 5;

int hasil_perkalian = bilangan1 * bilangan2;

Nah, ini nih yang udh kita bahas sebelumnya.. bilangan1 dan bilangan2, serta hasil_perkalian disebut sebagai variabel. Yap, variabel menyimpan sebuah nilai dan memiliki tipe data. perhatikan bagian int di awal tiap nama variabel. int merupakan tipe data yang diberika ke variabel bilangan1, dkk. Apa artinya int ? seinget saya, int merupakan kependekan dari integer. Apaan tu integer ? Integer kalo dibahasa Indonesia-in, artinya bilangan bulat. Tau bilangan bulat kan? 🙂

Ada banyak tipe data yang dapat digunakan di C++ (dan hampir sama untuk bahasa pemrograman lainnya). Di bawah ini beberapa tipe data standar yang mungkin teman2 gunakan nanti ketika membuat program. Untuk lebih lengkapnya silakan teman2 cari sendiri ya.. 🙂

Oh ya, tanda ‘sama dengan’ “=” (1 kali, jika 2 kali akan berbeda maknanya) disebut sebagai operator ‘assignment’ atau operator penugasan (kalo gak salah). Fungsinya memang memberikan suatu nilai ke dalam sebuah variabel.

Jadi, kalau dibaca, mungkin akan seperti ini .. maap, ilustrasinya agak aneh… ==”

hei, compiler ! tolong buatkan saya sebuah variabel bernama bilangan1. Kasi dia tipe data integer , dan beri nilai 2 ! oke !? cepet ya, gak pake lama..! :#

hmm.. next, kita lihat ada baris :

cout << "Hasil perkalian " << bilangan1 << " dan " << bilangan2 << " adalah " << hasil_perkalian << endl;

Nah, baris ini nih yang mungkin kelihatan rada ribet.. terutama bagi yang baru pertama kali berhubungan dengan pemrograman di C++ 🙂 Tp tenang, kita bahas bareng2 skarang ..

cout merupakan sintaks/ perintah untuk menampilkan output ke layar terminal/ command line (output program). perintah cout ini diikuti oleh tanda kurang dari "<<". Berikutnya diikuti oleh string yang akan ditampilkan, dalam hal ini adalah string “Hasil perkalian “. eits… tunggu dulu … string itu apa ya ?? String itu merupakan kumpulan karakter/ atau bisa disebut sebagai “kata” atau “kalimat” 🙂

Nah, untuk menampilkan nilai dari sebuah variabel, kita hanya perlu menuliskan nama variabel setelah tanda kurang dari "<<". Hal yang perlu diperhatikan adalah penulisan yang panjang seperti contoh di atas. Untuk menggabungkan output antara string biasa dengan variabel, teman2 hanya perlu menambahkan tanda "<<" sebagai penghubung. Itu sebabnya, mengapa teman2 melihat begitu banyak "<<" di baris perintah cout. Paham kan ?? 🙂

Oh ya , satu lagi, di bagian paling akhir ada sintaks endl. Ada yg tau maksudnya? Sederhana, fungsi sintaks endl adalah membuat baris baru di tampilan layar terminal/ console/ output. 🙂

Misalkan saya tuliskan :

cout << "Ini" << endl << "Ibu" << endl << "Budi";

kira2 hasilnya seperti apa ?? silakan dicoba sendiri … :p

Hmmm … bagaimana pemahaman teman2 sejauh ini ? Mengalami kesulitan ? Jika ya, silakan teman2 bertanya (jangan malu, karena saya juga masih belajar, hehehe). Bisa melalui komentar2 di postingan ini, atau bisa lewat email 🙂

Makasi udah membaca, nantikan artikel lanjutannya 🙂

Situs untuk referensi :
http://www.cplusplus.com/

Advertisements

2 thoughts on “Tipe Data – Variabel – Konstanta ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s