Membuat repository lokal di Ubuntu (Linux)

Apakah komputer/ Laptop Anda terkoneksi ke internet??
Jika ya, kmungkinan Anda menginstall paket – paket Linux dari Internet/ Intranet (kampus, mungkin). Nah, sekarang dimisalkan aja sesuatu yang tidak diharapkan (bukan mendo’akan lho…) terjadi pada komputer Anda (mungkin Anda seorang Oprek-er sejati, yang terbiasa ngoprek sesuatu dan (kadang) mengalami kegagalan (baca: sistemnya rusak)), dan mengharuskan Anda untuk menginstall ulang sistem Anda. Dan itu artinya Anda harus mengulang semuanya dari awal, dari update packages list hingga download paket – paket yang diperlukan == Makan waktu ! **(Pengalaman pribadi )
th_009_

Ada satu solusi yang menurut saya bisa mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan membuat repository lokal dari paket – paket yang sudah terinstall di komputer. Cara ini juga bisa diimplementasikan pada komputer orang lain (teman, atau saudara) yang belum memiliki koneksi internet, namun punya kemauan yang besar untuk belajar linux ^^.
th_009_

Sebelum lanjut ke tutorial, ada sedikit informasi berkenaan dengan tutorial ini.
Pertama, setahu saya tutorial ini hanya berlaku untuk debian-based distro, atau distro – distro berbasis debian. mengapa? karena untuk membuat packages list lokal menggunakan perintah dpkg milik debian.

Kedua, paket – paketnya didapet dari mana?? Gini…. paket – paket yang udah didownload dengan apt-get / atau synaptic (GUI), akan disimpan di dalam cache apt itu sendiri, jadi sewaktu – waktu jika diperlukan, apt tidak perlu mendownloadnya lagi, tapi == Makan space!

Oke, diasumsikan kita akan menginstall sistem baru Ubuntu (karena sistem lama rusak). Berikut langkah – langkahnya :

#1  Backup paket – paket yang udah didownload. Tinggal copy aja semua file berekstensi .deb yang berada di direktori /var/cache/apt/archives ke sembarang folder. kalo bisa jangan dipartisi yang sama dengan sistem Anda terinstall. (Disarankan jika menginstall linux, partisi untuk sistem / (baca: root) dipisahkan dengan partisi /home, karena jika menginstall ulang sistem, folder /home tidak akan terpengaruh)

#2  Install ulang sistem. Setelah itu, pindahkan file – file .deb yang sudah dibackup sebelumnya, ke folder /home/username/sembarang_folder, misal /home/username/repo.

#3  Install paket dpkg-dev. Paket ini sudah tersedia di dalam CD Ubuntu. Bagi yang belum tahu caranya, berikut saya jelaskan (yang pake synaptic aja biar gampang). Masukkan CD instalasi Ubuntu. Buka System > Administration > Synaptic Packages Manager. Klik Settings > Repositories. Centang pada checkbox “Instalable from CD-ROM… CD-ROM with Ubuntu…“, lalu close. Setelah itu reload dengan menekan [Ctrl]+R. Jika proses pembacaan paket dari CD-ROM selesai, cari paket dengan nama dpkg-dev, klik kanan, pilih Mark for installation. Lalu Apply. Close synaptic

#4  Buat packages list. Buka terminal, ketik :
~$  sudo dpkg-scanpackages repo /dev/null | gzip -9c > repo/Packages.gz

#5  Update packages list, supaya paket – paket yang kita punya, yang udah dibuatkan packages list-nya bisa dikenali oleh apt (atau synaptic). Caranya :

~$  sudo gedit /etc/apt/sources.list

buat baris baru di akhir, lalu tambahkan :

deb file:/home/username repo/

Lalu simpan dan close. Masih di terminal, update apt dengan perintah :

~$  sudo apt-get update

Jika langkah – langkah di atas dilakukan dengan benar, seharusnya saat ini Anda sudah mempunyai repository lokal sendiri. Selanjutnya Anda bisa mengistall paket – paket yang diinginkan, bisa dari terminal maupun via Synaptic Packages Manager.

hapPy wiTh LiNUX !! ^^

Advertisements

9 thoughts on “Membuat repository lokal di Ubuntu (Linux)

  1. mas saya newbie di linux terkhusus ubuntu..saya da instal ubuntu jaunty di 4530 saya..bisa buatkan langkah setelah instal? apa yg harus saya buat?

    • Pagi…
      Maksudnya buatkan langkah setelah install itu gimana? Apakah langkah – langkah membuat repository lokal?

      Maap, malah balik nanya.. hehehe..

  2. Pingback: Membuat repositori lokal ubuntu dari komputer kita « Pejuang Tangguh::AWam belAjar tekNoloGi jarinGAn
  3. bisa aja, soalnya di repository tersebut udh ada driver nvidianya. lebih mudah jika dilakukan menggunakan jockey (hardware driver detector) bawaan Ubuntu. Kalo repository sudah terupdate, biasanya akan muncul di list drivernya, dan tinggal di activate aja.

    *asalkan bukan nvidia yang ada fitur Optimusnya yaa.. 🙂

  4. Pingback: Membuat repositori lokal ubuntu dari komputer kita | Batagor.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s